Hari saat perban diangkat dari mataku, aku pura-pura buta sambil bercanda. Suamiku dan sahabatku berdiri di samping tempat tidurku, mencurahkan isi hati mereka. "Tidak apa-apa jika kamu tidak bisa melihat lagi. Kami akan menjagamu seumur hidup." Tapi malam itu juga, kami bertiga berakhir di tempat tidur yang sama. Mereka berbaring membelakangi aku. Sahabatku berada di atas suamiku, terengah-engah. Menyadari bahwa aku tidak bisa melihat, wajah mereka penuh kepuasan dan kenikmatan. Khawatir aku mendengar sesuatu yang mencurigakan, sahabatku berbisik, "Hmm... Jasmine, aku hanya memijat suamimu." Rasa jijik di dalam diriku hampir membuatku muntah, tapi aku menahannya. Saat mereka akhirnya selesai, aku mencoba mencari alasan untuk keluar dari ruangan, tapi anakku yang berusia lima tahun tiba-tiba berlari masuk. "Bu, aku kangen banget sama Ibu!" Hatiku melembut. Aku hendak membuka tangan untuk memeluknya, tapi dia langsung berlari melewatiku dan meringkuk di samping sahabatku.
Acara menonton gratis terbatas: Acara menonton gratis ini diluncurkan bersama oleh ReelShort dan FreeDrama. Klik tombol untuk mengunduh APP dan menonton semua episode Setelah berpura-pura buta secara gratis.
Dalam Setelah berpura-pura buta, kebohongan fisik menjadi cermin kehancuran kepercayaan. Protagonis sengaja memakai perban dan berpura-pura buta—bukan karena trauma medis, melainkan sebagai eksperimen diam-diam untuk menguji kesetiaan suami dan sahabat terdekat. Ironinya, justru dalam keadaan "tidak bisa melihat", ia menjadi saksi paling tajam atas pengkhianatan yang direncanakan dengan dingin: keduanya tidak hanya berselingkuh di hadapannya, tetapi juga menikmati rasa superioritas atas ketidakberdayaannya—bahkan berbisik dusta dengan nada bercanda saat tubuh mereka masih terjerat dalam dosa.
Setelah berpura-pura buta berhasil membangun ketegangan melalui kontras emosional: kelembutan kata-kata “kami akan menjagamu seumur hidup” berseberangan dengan gerak tubuh yang tak terkendali di ranjang yang sama. Kejutan paling menyayat datang saat sang anak berusia lima tahun masuk—bukan ke pelukan ibunya, melainkan langsung ke sisi sahabatnya. Adegium ini bukan sekadar plot twist, tapi simbol runtuhnya hierarki kasih sayang: sang ibu—yang seharusnya pusat dunia anak—telah digantikan oleh sosok yang lebih “hadir”, meski dalam kegelapan palsu.
Akhir cerita tidak menunjukkan ledakan amarah atau pengaduan instan—melainkan keheningan penuh keputusan. Rasa jijik yang ditahan, muntah yang ditelan, dan pelukan yang gagal diterima: semua itu adalah awal dari transformasi diam-diam. Ia tak lagi butuh penglihatan untuk melihat siapa dirinya sebenarnya—dan siapa yang layak tetap ada dalam hidupnya. Untuk menyaksikan babak baru kebangkitannya, unduh sekarang di FreeDrama App.
Setelah berpura-pura buta bukan sekadar drama pendek, tapi seperti cermin yang memantulkan perjuangan dan pertumbuhan karakter…
Drama pendek Setelah berpura-pura buta ini memberikan dampak ganda pada visual dan emosi…
Setiap episode Setelah berpura-pura buta seperti teka-teki kecil…
Acara menonton gratis terbatas: Acara menonton gratis ini diluncurkan bersama oleh ReelShort dan FreeDrama. Klik tombol untuk mengunduh APP dan menonton semua episode Setelah berpura-pura buta secara gratis.